Makalah & Karya Tulis

Showing posts with label Muhammadiyah. Show all posts

“Allah membenci sikap pengecut dan munafik. Sebaliknya Allah menyukai keberanian karena keberanian itu adalah inti jihad.”  “Tapi j...



“Allah membenci sikap pengecut dan munafik. Sebaliknya Allah menyukai keberanian karena keberanian itu adalah inti jihad.” 

“Tapi jarum sejarah tidak bisa diputar, dan Islam tidak mengizinkan penganutnya untuk berandai-andai yang akan mendatangkan penyesalan.” 

“Baju itu hanya pakaian luar. Pakaian dalam itu tetap hari kita yang bersih.” 

“Yang penting kunci belajar itu harus berpikiran terbuka dan berprasangka baik kepada siapapun.” 

“Mungkin aku terlalu sederhana dalam memandang hidup ini sehingga orang-orang tidak bisa menerima apa-apa yang aku lakukan atau usulkan.” 

“Disiplin memang membutuhkan waktu lebih lama sebelum menjadi kebiasaan sehari-hari” 

“Muhammadiyah bukan agama. Tidak ada maksud Muhammadiyah untuk menyebarkan keyakinan agama sendiri. Muhammadiyah sebagai perkumpulan justru akan menerima orang-orang dari berbagai kalangan dan mazhab, sepanjang mau terus mencontoh kehidupan Kanjeng Nabi SAW.” 

“Manusia selalu punya keinginan untuk menguasai orang lain dan lingkungan sekitarnya, merusak dan tidak dipersalahkan setelah kerusakan itu terjadi.”

“Hidup ini singkat dan hanya sekali, manfaatkan tidak hanya untuk kepentingan sendiri.” 

“Tidak mungkin Islam lenyap dari seluruh dunia, tapi tidak mustahil Islam hapus dari negeri kita ini.”

“Muhammadiyah pada masa sekarang ini berbeda dengan Muhammadiyah pada masa mendatang. Karena itu hendaklah warga muda-mudi Muhammadiyah hendaklah terus menjalani dan menempuh pendidikan serta menuntut ilmu pengetahuan (dan teknologi) di mana dan kemana saja. Jadilah dokter sesudah itu kembalilah kepada Muhammadiyah. Jadilah master, insinyur, dan (profesional) lalu kembalilah kepada Muhammadiyah sesudah itu.”

KH. Ahmad Dahlan berkata:
“Hendaklah setiap warga Muhammadiyah jangan tergesa-gesa menyanggupi suatu tugas yang ditetapkan oleh sidang persyarikatan. Telitilah terlebih dahulu keputusan sidang yang menetapkan engkau untuk melakukan suatu tugas apakah pemenuhan tugas itu bersamaan dengan tugas yang telah engkau sanggupi sebelumnya. Jika itu terjadi, hendaklah kau permudah memenuhi tugas dalam waktu yang tidak bersamaan dengan tugas lainnya, agar engkau tidak mudah mempermainkan keputusan sidang dengan hanya mengirimkan surat atau memberi tahu ketika mendapati waktu pemenuhan tugas itu bersamaan dengan tugas lainnya yang telah engkau sanggupi sebelumnya.”

KH. Ahmad Dahlan Berkata:
“Hendaklah engkau tidak gampang melibatkan diri dalam perebutan tanah sehingga bertengkar dan berselisih, apalagi bertengkar dan berselisih di muka pengadilan. Jika itu engkau lakukan, maka Allah akan menjauhkanmu memperoleh rejeki dari tuhan.”

KH. Ahmad Dahlan berkata:
“Jika engkau meminta izin tidak melakukan suatu pekerjaan yang telah ditetapkan oleh suatu keputusan sidang persyarikatan seperti untuk bertabligh, janganlah engkau meminta izin kepadaku, tapi mintalah izin kepada Tuhan dengan mengemukakan alasan-alasan. Beranikah engkau mempertanggungjawabkan tindakanmu itu kepada-Nya?”

“Jika engkau meminta izin tidak memenuhi tugas tersebut karena alasan tidak mampu, maka beruntunglah engkau! Aku akan mengajarkan kepadamu bagaimana memenuhi tugas tersebut. Tapi, jika engkau meminta izin tidak memenuhi tugas tersebut hanya karena sekedar enggan, maka tiadalah orang yang bisa mengatasi seseorang yang memang tidak mau memenuhi tugas. Janganlah persoalan rumah tangga dijadikan halangan memenuhi tugas kemasyarakatan!

Khittah KH. Ahmad Dahlan
1. Tidak Menduakan Muhammadiyah dengan organisasi lain;
2. tidak dendam, tidak marah, dan tidak sakit hati jika dicela dan dikritik;
3. tidak sombang dan tidak berbesar hati jika menerima pujian;
4. tidak jubria (ujub, kikir, dan ria);
5. Mengorbankan harta benda, pikiran, dan tenaga dengan hati ikhlas dan murni;
6. bersungguh hati terhadap pendirian.

MUHAMMADIYAH- berawal dari sebuah keglisahan seorang pegawai keraton di Yogyakarta, Muhammad Dharwis terhadap Islam. Pada saat Itu i...


MUHAMMADIYAH- berawal dari sebuah keglisahan seorang pegawai keraton di Yogyakarta, Muhammad Dharwis terhadap Islam. Pada saat Itu islam memang sudah berkembag di Indonesia sejak abad ke-12 Hijriah, islam mulai berkembang di tanah Nusantara, hingga kepelosok tanah Jawa.
Pada saat itu memang sudah berkembang di tanah jawa, tapi dalam pelaksanaan ibadahnya muslim pada saat itu masih bercampur-aduk dengan bentuk-bentuk kemusyrikan ataupun kekufuran. Atas dasar itu Muhammad Dharwis ingin mengembalikan ajaran Islam kaum muslimin pada dasar pedoman ajaran Islam yaitu Al-Qur’an dan As-sunnah. Atas dasar itu Muhammad Dharwis mencoba mencari kebenaran dengan menuntut Ilmu ke timur tegah sekaligus perjalannya dalam melaksanakan ibadah Haji di Tanah Suci, Makkah guna mendalami ajaran Islam. Banyak pengetahuan yang dia dapat terutama dalam bidang agama.
Sepulangnya Muhammad Dharwis dari studinya di Timur Tengah, dia memang benar-benar ingin mengabdikan dirinya untuk Islam. Mulai dari perubahan namanya menjadi Ahmad Dahlan sampai dakwah dan pengajaran-pengajarannya yang memang bercorak modernis tetapi Islamis. Walaupun pada mulanya ajaran yang dia sampaikan ditolak oleh orang-orang disekitarnya, namun semangat pembaharuan dan pemurnian aqidahnya tak pernah terpatahkan.
Dengan berlandaskan Al-Qur’an surat Al-Imron ayat 104:

`ä3tFø9ur öNä3YÏiB ×p¨Bé& tbqããôtƒ n<Î) ÎŽösƒø:$# tbrããBù'tƒur Å$rã÷èpRùQ$$Î/ tböqyg÷Ztƒur Ç`tã ̍s3YßJø9$# 4 y7Í´¯»s9'ré&ur ãNèd šcqßsÎ=øÿßJø9$#

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung.”

Dengan berlandaskan ayat diatas, pada 18 November 1912 yang bertepatan dengan 8 Dzulhijjah 1330, KH Ahmad Dahlan mendirikan sebuah organisasi gerakan dakwah yang bertujuan kepada pemurnian aqidah sesuai Al-Qur’an dan As-sunnah. Untuk senantiasa menyeru manusia khususnya umat muslim disekitar Kauman Yogyakarta, utuk melakukan kebajikan dan kebaikan ataupun utuk beribadah haya kepada Allah SWT. Dan mencegah dari segala bentuk kemunkaran khususnya kesyirikan, bid’ah, takhayul dan Khurofat yang menjadi penyakit masyarakat islam pada saat itu.
 Dia mengusung nama Muhammadiyah sebagai organisasi gerakan dakwahnya tersebut. Kata ataupun terma Muhammadiyah diambil dari nama Nabi Muhammad SAW, yang berarti pegikut Nabi Muhammad, yang bermaksud untuk menisbahkan atau  menghubungkan dengan ajaran dan jejak perjuangan Nabi Muhammad. Yang bersumber pada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Dengan nama itu pula dia bermaksud untuk menjelaskan bahwa pendukung organisasi itu ialah umat Muhammad, dan asasnya adalah ajaran Nabi Muhammad SAW, yaitu Islam. Dan tujuannya ialah memahami dan melaksanakan agama Islam sebagai yang memang ajaran yang serta dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw, agar supaya dapat menjalani kehidupan dunia sepanjang koridor-koridor agama Islam. Dengan demikian ajaran Islam yang suci dan benar itu dapat memberi nafas bagi kemajuan umat Islam dan bangsa Indonesia pada umumnya. Sebagimana sabda Rasulullah yang artinya:
“Sesungguhnya telah kutinggalkan kepada kalian dua perkara, kalian tidak akan tersesat apabila memegang teguh (berpedoman) atas keduanya, yaitu Kitabullah dan Sunnah Rasulullah.”
Yang menjadi tujuan utamanya sebagai pemurniaan ajaran islam, dalam bidang Tauhid, K.H Ahmad Dahlan  ingin membersihkan aqidah Islam dari segala macam syirik, dalam bidang ibadah, membersihkan cara-cara ibadah dari bid’ah, dalam bidang mumalah, membersihkan kepercayaan dari khurafat, serta dalam bidang pemahaman terhadap ajaran Islam. Sedangkan dalam langkah pembaruan yang bersifat modernis ialah dalam merintis pendidikan modern yang memadukan pelajaran agama dan umum.